Friday, February 19, 2010

between a soul





merasa terlalu banyak mengecewakan orang lain akhir-akhir ini.
mencederai harapan diri sendiri.


oh, come on emma. ini lah bagian dari konsekuensi jalan yang kau pilih.


iya kah? tapi apa harus sebegini?


sadarlah. bukankah kau tahu bahwa ketangguhan tidak lahir dalam keadaan aman dan nyaman? badailah yang menciptakan pelaut yang ulung. kamu tau dengan pasti kalau kamu kuat. saat ini kamu hanya kurang sabar. konsentrasi, ma. fokus dan kendalikan dirimu. tetaplah berprasangka baik. Allah itu lebih tau yang terbaik bagi dirimu. kenapa harus merasa sulit dan sempit? segala hal yang terjadi, baik yang diinginkan atau tidak, yang diantisipasi atau tidak adalah bagian dari tarbiyah Allah untuk menguji seberapa keberserahanmu sebagai seorang hamba. jangan ngaku hamba jika tidak taat pada titah Tuannya. jangan merasa diri paling sulit. di dunia ini terlalu banyak orang yang jauh lebih sempit hidupnya daripada kamu. dan mereka bisa survive koq. bisa tetap bersyukur dan berhikmat dalam keimanan mereka.

ah, ya. kamu benar. sangat benar. tidak ada yang luput dari pengawasan Allah. dari kasih sayang Allah. semut aja bisa hidup koq, kenapa aku harus khawatir. terima kasih ya? kamu memang alter egoku yang paling baik.







ps. today, i've done another stupidity. made me cry a bit (and yeah, bahkan gw bodoh dalam menangis) but in a click, Allah gave me another chance. and i promise u, my self, i wont let u down. i'll break those legs. pray for me ya? ;p


pic taken from here

Tuesday, February 16, 2010

hard to please

ugh, i don't know.
why did i felt that being in a friendship with u occupied my energy.
i tried to be as genuine as i could.
and i did.
or,
at least i think i did so.
but u are so hard to please.

u need to learn one thing i guess,

RESPECT.

Monday, February 01, 2010

sesi-sesi itu


singkat,
tapi
sungguh membantu.

terima kasih.

untuk membantu saya
menyatukan potongan-potongan itu.

saya mau berubah

dan well functioning.

tapi saya akui,

ada saatnya goyah
patah
atau menurut kamu,
rapuh.

dan ya, saya masih butuh sesi-sesi itu

fiuhh... tenang saja

kamu akan lihat saya berhasil.

and i surely will.

thicker than water




Kala detak hati menjadi kencang karena amarah,
maka tak berkata-kata adalah sikap terbaik

ya, apapun
antara kami bukan hanya air
tidak hilang saat terpapar sengat mentari
dia merah
karnanya tetap akan ada bekas abadi saat mengering

ikatan semacam ini terberi adanya
tak bisa dipesan mau kita apa
menerima adalah satu-satunya cara
menerima dengan lengkap
utuh dengan tiap kata manis juga tutur pahit

maka itu aku diam saja
menunggu detak hati melambat
dan logika kembali pada tempatnya

Sunday, January 31, 2010

traveled then grows

ini tentang satu, dua, dan banyak perjalanan yang kami tempuh bersama. berdua, bertiga, atau bersama-sama. ada banyak kesamaan minat dan pilihan perjalanan, tapi juga tak jarang perbedaan dalam memandang sebuah tujuan.sama-sama menyukai alam, senang menghabiskan waktu di tengah ruang yang menjebak kami dalam sejarah, atau sekedar mencicipi manisnya kehangatan di antara keramahan warung makan.

kami berjalan di antara deru kereta-mesin mobil-buku bacaan-lantunan alquran-musik dari handphone-camilan atau makan malam-dan-obrolan penting atau tidak penting. terdiam karena pemandangan alam yang terbingkai kaca jendela bis. berbicara serius demi sebuah fenomena sosial penduduk di daerah yang dilintasi. atau kembali sibuk dengan pembunuh waktu masing-masing saat tak ada hal yang ingin dibicarakan-ditertawakan-atau-bahkan-dijadikan-becandaan.

ini tentang sekian banyak waktu yang kami habiskan bersama di perjalanan, yang menurutku tak akan pernah cukup. tak pernah cukup untuk membuatku mengenal mereka. selalu ada hal yang baru bertumbuh. mengundang tawa, mempererat ikatan, atau memperlebar jeda diam antara kami. bukan berseteru, tapi saling tahu sama tahu bahwa ada saatnya kepedulian itu tak berkata-kata. dan ya, kami bertumbuh. mengetahui yang memang terlihat. dan perlahan menangkap makna dari yang tersirat.


maka benarlah kata sayyidina umar. kau akan mengenal saudaramu saat bersama melakukan perjalanan. aku juga membenarkan kata-kata yang kubaca di sebuah blog (dengan perubahan, tentunya), they who travel together grows together. kami berevolusi, dari berapa orang asing yang dipaksakan mengenal karena kesamaan amanah, tetapi dengan bangganya bisa meyakinkan tiap orang bahwa kami bersaudara. terlepas dari amanah yang telah usai, tidak diikat oleh sekedar kepentingan jabatan yang sempat membuat kami berjibaku berkelindan. saat yang lain merasa kesepian, kami bisa saling memastikan bahwa tiap saat bisa saling mengandalkan. dan semua terbentuk selama di perjalanan.